25 September 2026, 20:45 WIB
Harga perak (XAG/USD) tertahan di bawah $64,00 setelah pasar makin memperhitungkan kemungkinan bank sentral Amerika (Fed) masih bisa menaikkan suku bunga, dibarengi naiknya imbal hasil obligasi. Satu benang merahnya sederhana: ketika bunga naik, memegang perak jadi terasa lebih mahal secara diam-diam.
Begini cara kerjanya. Perak tidak memberi bunga apa pun kepada pemiliknya — dia hanya duduk sebagai logam. Ketika imbal hasil obligasi naik, orang bisa mendapat bunga lebih besar hanya dengan menaruh uang di obligasi. Jadi "biaya kesempatan" untuk tetap memegang perak membesar: ada pilihan lain yang kini membayar lebih. Wajar kalau sebagian pemodal mengurangi perak dan berpindah, dan tekanan itu menahan harganya.
Ada dorongan kedua yang searah. Harapan bunga yang lebih tinggi cenderung menguatkan dolar. Karena perak dihargai dalam dolar, dolar yang lebih kuat membuat perak terasa lebih mahal bagi pembeli yang memakai mata uang lain, sehingga minat beli ikut mengendur.
Yang perlu diingat, arah ke depan belum pasti dan sangat bergantung data. Gambaran ini bisa berubah kalau nada Fed melunak atau imbal hasil obligasi berbalik turun — dua hal itu yang layak diperhatikan sebagai penanda apakah tekanan pada perak mereda atau justru berlanjut. Ini informasi pasar untuk membantu Anda memahami situasi, bukan ajakan membeli atau menjual.