24 September 2026, 16:39 WIB
Imbal hasil lelang surat utang pemerintah Amerika Serikat bertenor lima tahun menembus 5% pada 23 September, ketika pemerintah AS melego obligasi senilai 70 miliar dolar AS. Yang menarik, di tengah imbal hasil "aman" setinggi itu, lima belas institusi besar justru tetap memegang porsi aset kripto mereka — bahkan beberapa menambahnya.
Kenapa dua hal ini layak disandingkan? Imbal hasil obligasi pemerintah AS sering dianggap patokan hasil yang hampir tanpa risiko. Semakin tinggi angkanya, semakin besar godaan bagi investor untuk memarkir uang di sana dan menjauh dari aset yang lebih berisiko seperti kripto. Logikanya sederhana: kalau menaruh uang di surat utang negara sudah memberi lebih dari 5%, aset yang naik-turunnya tajam harus menawarkan imbalan lebih besar lagi supaya sepadan dengan risikonya. Lelang kemarin menghasilkan imbal hasil tertinggi 5,033%.
Ada satu ukuran lagi yang bercerita soal selera pembeli: rasio bid-to-cover, yaitu perbandingan antara jumlah penawaran yang masuk dengan jumlah obligasi yang benar-benar dijual. Angkanya turun ke 2,21 dari rata-rata 2,33 selama enam bulan sebelumnya. Turunnya rasio ini berarti peminatnya sedikit lebih sepi dari biasanya, dan pembeli menuntut imbal hasil lebih tinggi sebelum mau melepas uang mereka. Perlu dicatat, ukuran harian Departemen Keuangan untuk tenor yang sama tercatat 4,99% sekitar pukul 15.30 waktu New York — sedikit di bawah 5% — karena metode dan waktu penghitungannya berbeda. Jadi, tergantung ukuran mana yang dipakai, angkanya berada tepat di sekitar batas 5%.
Di sisi lain, cerita kripto justru bergerak melawan tekanan itu. Selama penurunan pasar yang mencapai sekitar 50% dari kuartal keempat 2025 hingga kuartal kedua 2026, kelima belas institusi tadi tidak ramai-ramai keluar. Porsi kripto di portofolio mereka berkisar 0,5% sampai 13% dari total aset yang bisa diinvestasikan, meski sebagian besar hanya menaruh 1% sampai 2%. Artinya, bagi kebanyakan dari mereka kripto masih porsi kecil — tetapi porsi kecil itu tetap dipertahankan, bahkan ditambah, ketika harga sedang jatuh dalam.
Yang belum bisa dipastikan adalah ke mana arahnya dari sini. Bertahannya alokasi kripto beberapa institusi besar bukan jaminan pola yang sama akan berlanjut, apalagi jika imbal hasil aset yang dianggap aman terus merangkak naik dan menambah godaan untuk berpindah. Yang perlu diperhatikan pembaca adalah lelang-lelang surat utang berikutnya: apakah imbal hasil bertahan di atas 5% dan apakah rasio permintaannya terus menipis. Dua sinyal itu akan lebih banyak bercerita ketimbang angka satu hari.